Panduan Lengkap Sensor pH Industri RIKA RK500-12: Instalasi & Kalibrasi
Dalam sektor industri, pertanian modern, hingga pemantauan lingkungan, presisi pengukuran pH bukan sekadar data tambahan—ini adalah parameter vital. Tingkat keasaman atau alkalinitas (pH) berpengaruh langsung terhadap efisiensi reaksi kimia, laju korosi infrastruktur, hingga keberhasilan panen.
Kesalahan kecil dalam pembacaan pH dapat berakibat fatal pada kualitas produk akhir. Oleh karena itu, pemilihan instrumen yang tepat sangatlah krusial. Sensor pH RIKA RK500-12 hadir sebagai solusi digital yang dirancang khusus untuk menaklukkan tantangan pengukuran di lingkungan yang keras. Artikel ini akan memandu Anda memahami fitur, instalasi, hingga perawatan sensor ini agar berumur panjang.
Mengapa Memilih RIKA RK500-12?
Berbeda dengan elektroda kaca standar yang rapuh, RIKA RK500-12 adalah elektroda pH kelas industri yang menawarkan durabilitas tinggi. Sensor ini menjadi pilihan utama untuk aplikasi seperti pengolahan limbah (WWTP), air minum, serta monitoring irigasi cerdas.
Keunggulan Utama:
- Ketahanan Ekstrem: Casing yang kokoh melindunginya dari tekanan tinggi dan lingkungan korosif.
- Automatic Temperature Compensation (ATC): Mengeliminasi kesalahan pembacaan akibat perubahan suhu cairan secara real-time.
- Konektivitas Digital: Mendukung output sinyal digital (RS485 Modbus), memudahkan integrasi langsung ke PLC atau sistem SCADA.
- Desain Low-Maintenance: Menggunakan referensi gel dan diafragma ganda untuk meminimalisir kebutuhan perawatan rutin.
Konsep Dasar pH yang Perlu Dipahami
Skala pH (0–14) bersifat logaritmik, yang berarti setiap perubahan satu angka (misal dari pH 7 ke pH 6) mewakili perubahan konsentrasi ion hidrogen (H+) sebesar 10 kali lipat.
| Rentang Nilai | Klasifikasi | Contoh Risiko/Aplikasi |
| 0 – 6.9 | Asam (Acidic) | Risiko korosi tinggi pada logam/pipa. |
| 7.0 | Netral | Standar air murni. |
| 7.1 – 14 | Basa (Alkaline) | Proses netralisasi limbah, pencucian industri. |
Karena sifat logaritmik ini, akurasi sensor digital seperti RK500-12 menjadi sangat penting untuk menghindari deviasi proses yang signifikan.

Panduan Instalasi dan Wiring
Akurasi data dimulai dari pemasangan yang benar. Sensor RK500-12 umumnya diaplikasikan dengan metode celup (submersible) atau dipasang langsung pada pipa (in-line).
1. Posisi Pemasangan
- Stabilitas Aliran: Pastikan sensor terkena aliran fluida yang stabil. Hindari area dengan turbulensi ekstrem yang dapat merusak sensor.
- Cegah Penumpukan: Hindari titik mati (dead zones) di mana endapan lumpur atau gelembung udara bisa terperangkap di ujung sensor.
2. Koneksi Kabel (Wiring)
Pastikan penyambungan kabel ke kontroler/PLC mengikuti skema berikut:
- Power (+): Sambungkan ke VCC (umumnya 12V/24V DC).
- Power (-): Sambungkan ke Ground (GND).
- Data A (+): Ke terminal RS485 A.
- Data B (-): Ke terminal RS485 B.
Tip Pro: Selalu gunakan kabel shielded (terlindung) dan sistem grounding yang baik untuk mencegah noise atau gangguan sinyal pada data digital.

Prosedur Kalibrasi Rutin
Semua sensor pH, tanpa terkecuali, akan mengalami “drift” atau pergeseran nilai seiring waktu. Kalibrasi ulang diperlukan untuk mengembalikan akurasi.
Persiapan:
Siapkan sensor bersih, air deionisasi (untuk bilas), dan minimal dua jenis larutan buffer (pH 7.00 dan pH 4.01/10.00).
Langkah Kalibrasi 2-Titik:
- Titik Nol (Zero Point): Bilas sensor, lalu celupkan ke buffer pH 7.00. Tunggu angka stabil, lalu set nilai pada kontroler menjadi 7.00.
- Titik Kemiringan (Slope): Bilas kembali sensor. Celupkan ke buffer kedua (pH 4.01 untuk aplikasi asam, atau pH 10.00 untuk aplikasi basa). Tunggu stabil, lalu set nilai sesuai buffer.
- Validasi: Cek ulang dengan mencelupkan sensor ke buffer pertama. Jika angka kembali tepat, sensor siap digunakan.
Perawatan dan Penyimpanan (Penting!)
Umur sensor sangat bergantung pada cara Anda merawatnya.
- Pembersihan:
- Kotoran ringan: Cuci dengan air hangat bersabun.
- Kerak mineral: Rendam sebentar dalam cuka putih encer atau larutan asam lemah.
- Peringatan Keras: Jangan pernah menyikat atau menggosok bola kaca sensor. Goresan mikroskopis dapat merusak elektroda permanen.
- Penyimpanan:
- Jika tidak dipakai, pasang tutup pelindung yang berisi larutan KCl (Kalium Klorida).
- JANGAN menyimpan sensor dalam air suling/deionisasi atau air keran biasa, karena akan menyedot ion keluar dari referensi sensor dan mematikan sensor lebih cepat.

Troubleshooting Sederhana
| Masalah | Penyebab Potensial | Solusi |
| Respon Lambat | Elektroda kotor atau kering. | Bersihkan sensor dan rendam dalam KCl untuk rehidrasi. |
| Nilai Stuck di pH 7 | Elektroda rusak/mati. | Coba kalibrasi. Jika gagal, ganti unit baru. |
| Error Koneksi | Masalah kabel atau alamat Modbus. | Cek polaritas kabel A/B dan pastikan ID Modbus sesuai. |
Pertanyaan Umum (FAQ)
Q: Berapa lama masa pakai sensor RIKA RK500-12?
A: Dalam kondisi ideal dengan perawatan rutin (penyimpanan KCl yang benar), sensor ini bisa bertahan 1 hingga 2 tahun, bahkan lebih, tergantung kerasnya lingkungan cairan yang diukur.
Q: Apakah sensor ini tahan suhu tinggi?
A: Sensor memiliki batas toleransi suhu spesifik. Pastikan Anda mengecek lembar data (datasheet) resmi. Fitur ATC akan membantu menjaga akurasi, namun jangan melebihi batas fisik material sensor.
Q: Di mana saya bisa membeli unit resmi dan larutan buffer-nya?
A: Untuk jaminan keaslian produk dan dukungan teknis, Anda bisa mendapatkan Sensor pH RIKA RK500-12 dan perlengkapan kalibrasi melalui gudangrika.com
Gudang Rika sebagai perusahaan penyedia segala kebutuhan Alat Ukur Rika Sensor. Mulai dari penjualan, jasa pemasangan, hingga jasa pengamatan. Jika Anda tertarik untuk membeli Rika Sensor atau ingin berkonsultasi mengenai solusi pemantauan lingkungan lainnya, anda dapat hubungi kami di :
Gudang Rika
- Alamat: Jl. Pd. Kelapa Raya No.11, RT.1/RW.4, Pd. Klp., Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13460
- Whatsapp / Email : 0821 – 6277 – 6495 (Adhitya)
- Telp : 021-2284-3662
- Untuk Melihat Produk Lainnya bisa Klik Disini
